Bima, Berita11.com– Sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima menghentikan operasional sementara sejak 8 Juni 2026 akibat kendala pencairan anggaran.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Bima, Bohri, mengatakan penghentian sementara operasional tersebut disebabkan sistem pencairan anggaran yang belum terintegrasi secara optimal dengan sistem Kementerian Keuangan.
“Kendala ini terjadi karena sistem pencairan belum terintegrasi dengan sistem Kementerian Keuangan sehingga masih membutuhkan pembaruan-pembaruan agar lebih baik,” ujar Bohri, Jumat (12/6/2026)
Ia menegaskan, persoalan pencairan anggaran tersebut tidak berkaitan dengan pergantian atau reshuffle kepemimpinan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kendala serupa sebelumnya juga pernah terjadi.
“Ini bukan karena reshuffle kepemimpinan. Kendala seperti ini sudah biasa terjadi di BGN, hanya saja kali ini bertepatan dengan pergantian kepemimpinan sehingga ramai diperbincangkan dan banyak yang mempertanyakan,” katanya.
Bohri menjelaskan, terdapat 18 SPPG di Kabupaten Bima yang untuk sementara tidak beroperasi akibat belum masuknya pencairan anggaran. Sebanyak 18 SPPG tersebut meliputi:
- SPPG Palibelo Bre
- SPPG Wawo Maria
- SPPG Sape Bugis 2
- SPPG Lambu Rato
- SPPG Monta Tangga 2
- SPPG Lambu Sumi
- SPPG Bolo Rasabou
- SPPG Bolo Sondosia 2
- SPPG Langgudu Rupe
- SPPG Langgudu Laju
- SPPG Parado Paradowane
- SPPG Sape Sangia
- SPPG Woha Risa
- SPPG Langgudu Doro O’o
- SPPG Monta Sakuru
- SPPG Wawarada
- SPPG Woha Rabakodo 1
- SPPG Ambalawi Nipa.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima, Bagus Naini Santoso, mengatakan terdapat sekitar 40 SPPG yang belum menerima pencairan anggaran. Namun, tidak seluruhnya menghentikan operasional.
“Sebanyak 40 dapur belum mendapatkan pencairan anggaran. Namun yang berhenti karena anggaran belum masuk hanya 18 dapur, sedangkan yang lain masih berjalan menggunakan sisa anggaran yang tersedia,” jelas Bagus.
Ia menambahkan, salah satu SPPG yang sebelumnya terdampak kendala pencairan kini telah kembali beroperasi. SPPG Yayasan Islam Assalam di Desa O’o, Kecamatan Donggo, mulai kembali melayani program MBG setelah persoalan pencairan anggaran teratasi.
“SPPG di O’o, Kecamatan Donggo, Yayasan Islam Assalam sudah mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya terkendala pencairan anggaran,” ujarnya. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News













