Kota Bima Catat Inflasi Y-on-Y 4,49 Persen pada Agustus 2026, Emas dan Makanan Jadi Pemicu Utama

Cabai Merah Termasuk Kelompok Volatile Food yang Sering Menyumbang Inflasi di NTB. Foto US/ Berita11.com.
Cabai Merah Termasuk Kelompok Volatile Food yang Sering Menyumbang Inflasi di NTB. Foto US/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima mencatat pada bulan Agustus 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kota Bima sebesar 4,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,31.

Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, menyampaikan bahwa inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga yang terjadi pada seluruh atau 11 kelompok pengeluaran masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Secara tahunan (year on year), Kota Bima mengalami inflasi sebesar 4,49 persen. Kenaikan harga tercatat di seluruh kelompok pengeluaran, di mana kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 11,01 persen, disusul Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 6,32 persen, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 5,42 persen,” ujar Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti melalui BRS.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,24 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) hingga Agustus 2026 tercatat berada di angka 2,65 persen.

BACA JUGA:  Ini Daftar Harga Bapok dan Barang Strategis yang Naik di Pasar Tradisional di Kabupaten Bima

 

Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi

Tuti menjelaskan bahwa emas perhiasan menjadi komoditas utama yang memberikan andil inflasi year on year terbesar pada Agustus 2026, yaitu mencapai 0,65 persen. Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut mendorong inflasi tahunan di antaranya telepon seluler, pelumas/oli mesin, sigaret kretek mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, air kemasan, minyak goreng, daging ayam ras, serta cabai rawit.

“Untuk pendorong inflasi tahunan, emas perhiasan memberikan andil yang cukup dominan sebesar 0,65 persen. Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi melalui deflasi y-on-y, seperti bawang merah, angkutan antarkota, kelapa, ikan nila, angkutan udara, tomat, dan kerudung/jilbab,” jelas Tuti.

Sementara itu untuk perkembangan harga bulanan (m-to-m) pada Agustus 2026, inflasi sebesar 0,24 persen terutama didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, telepon seluler, ikan bandeng, angkutan laut, cabai rawit, serta emas perhiasan. Sebaliknya, komoditas penahan inflasi bulanan (deflasi m-to-m) antara lain tomat, air teh kemasan, anggur, angkutan udara, dan bawang merah.

 

Rincian Inflasi per Kelompok Pengeluaran (Y-on-Y)

BACA JUGA:  Harga Beras di Pasar Sila kini Tembus Rp13.000 per Kg, Penjual Nasi Bingung

Berdasarkan data BPS Kota Bima, berikut adalah rincian tingkat inflasi serta andilnya terhadap inflasi tahunan Agustus 2026:

  1. Makanan, Minuman, dan Tembakau: Inflasi 5,42% (Andil: 1,89%)
  2. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Inflasi 11,01% (Andil: 0,80%)
  3. Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: Inflasi 4,72% (Andil: 0,42%)
  4. Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: Inflasi 6,32% (Andil: 0,38%)
  5. Transportasi: Inflasi 2,53% (Andil: 0,33%)
  6. Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: Inflasi 2,75% (Andil: 0,26%)
  7. Pakaian dan Alas Kaki: Inflasi 1,33% (Andil: 0,09%)
  8. Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin RT: Inflasi 2,08% (Andil: 0,09%)
  9. Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: Inflasi 5,93% (Andil: 0,09%)
  10. Kesehatan: Inflasi 2,81% (Andil: 0,08%)
  11. Pendidikan: Inflasi 1,13% (Andil: 0,06%)

 

Perbandingan Inflasi Antartahun

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, angka inflasi y-on-y Agustus 2026 sebesar 4,49 persen ini mengalami peningkatan dari inflasi y-on-y Agustus 2024 (2,22 persen) dan Agustus 2025 (2,77 persen).

Meskipun demikian, Tuti menambahkan bahwa pergerakan inflasi secara tahunan di Kota Bima dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang relatif melandai setelah sempat menyentuh angka 6,40 persen pada Februari 2026. [B-19]

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait