Warga Bima Soroti Beras “Raskin” SPHP Bantuan Perum Bulog Bau dan tak Layak Konsumsi

Ilustrasi. Beras berkutu yang didroping petugas Bulog di Desa Darussalam Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (15/12/2025) lalu.
Ilustrasi. Beras berkutu yang didroping petugas Bulog di Desa Darussalam Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (15/12/2025) lalu.

Bima, Berita11.com— Sejumlah warga penerima manfaat bantuan sosial berupa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kabupaten Bima menyoroti kualitas beras yang disalurkan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Masalahnya, “Raskin” yang disalurkan berbau tidak enak setelah dikonsumsi, sehingga menurut warga tak layak dikonsumsi. “Jangan karena lebelnya beras untuk masyarakat miskin bapak-bapak penyalur di atas juga menyalurkan beras yang tak layak dikonsumsi. Apakah tidak ada empati untuk masyarakat miskin?” ujar salah satu penerima bansos beras SPHP di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yang meminta namanya tidak ditulis, Senin (28/9/2026).

Ia berharap agar Presiden RI mengevaluasi kinerja perusahaan plat merah yang mengurusi logistik tersebut di daerah agar tak ada kesan bahwa pemerintah memang sengaja memberikan bantuan beras tak layak kepada masyarakat miskin. “Persoalan seperti ini sering terulang,” katanya.

Sepengetahuannya sejumlah penerima manfaat tidak mengkonsumsi beras bantuan tersebut dan menjadikannya sebagai pakan ternak. “Sebagiannya kayaknya dijual, karena ada yang menggunakan untuk dijual di warung nasi bungkus. Saat beli nasi bungkus rasanya tidak enak. Ketauan dari bau berasnya sumbernya dari mana,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Dompu, Amankan 3,71 Gram Sabu-Sabu

Hal yang sama diungkapkan oleh warga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Ia berharap pemerintah mengevaluasi penyaluran beras untuk masyarakat miskin atau SPHP. “Walaupun itu bantuannya untuk masyarakat miskin, ya masyarakat kelas bawah juga rasanya layak konsumsi beras yang kualitas baik dong. Jangan karena bantuan Cuma-Cuma lantas yang disalurkan beras kualitas jelek begitu,” sorot warga yang enggan namanya dipublikasi.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Helmiyati mengakui telah memperoleh laporan terkait keluhan masyarakat penerima manfaat tentang beras bantuan yang bersumber dari Perum Bulog yang bau dan berkutu atau berkualitas rendah.

“Ada beberapa wilayah atau desa yang mengeluhkan tentang  kondisi dan kualitas beras saat dilakukan pendistribusian oleh pihak Bulog,” kata Helmiyati saat dikonfirmasi Berita11.com, Senin (28/9/2026).

Dijelaskannya, sepekan sebelum didistribusikan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima bersama Perum Bulog Bima mengecek kualitas beras. Beras yang disalurkan merupakan kualitas medium.

BACA JUGA:  Stasiun Geofisika Mataram Catat 395 Gempa Bumi selama Februari 2023

“Kami hanya melakukan pengecekan pada satu gudang Bulog saja yaitu  di Gudang Niu Panda, sedangkan beras yang disalurkan ke penerima manfaat itu tidak diambil dari satu gudang saja namun diambil dari gudang lain juga,” ujar alumnus Faperta Universitas Mataram ini.

Menurutnya, pengecekan seluruh beras bantuan tidak mungkin dapat dilakukan mengingat jumlah beras yang sangat banyak. “Jadi kami hanya mengambil sampelnya dan dinyatakan layak yaitu beras medium,” katanya.

Ia menyarankan kepada pemerima bansos beras dari pemerintah yang disalurkan oleh Perum Bulog mengembalikan beras tersebut kepada BUMN yang mengurus logistik tersebut jika menerima beras yang bau, berkutu atau tidak layak konsumsi.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Mara Donny tidak merespon saat dikonfirmasi terkait kualitas beras yang dikeluhkan penerima  manfaat bansos beras dari pemerintah. [B-22] 

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait