Bulog Bima Respons Keluhan Beras Bapang Bau dan Berkutu, Siap Tukar dengan Beras Layak

Kantor Perum Bulog Cabang Bima.
Kantor Perum Bulog Cabang Bima.

Bima, Berita11.com— Asisten Manager Akuntansi Perum Bulog Cabang Bima, Mara Dony merespons keluhan sejumlah warga penerima bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mengeluhkan kondisi beras berbau dan berkutu.

Mara Dony mengatakan, dengan jumlah beras yang disalurkan dalam jumlah ribuan ton untuk wilayah Kabupaten Bima, kemungkinan terdapat beras yang dinilai kurang layak oleh penerima manfaat.

Bacaan Lainnya

“Memang dengan penyaluran yang ribuan ton untuk Kabupaten Bima, kemungkinan ditemukan yang dianggap kurang layak pasti ada,” kata Mara Dony menjawab Berita11.com, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, Perum Bulog Cabang Bima selama proses penyaluran telah berkoordinasi dengan koordinator desa (kordes), koordinator kecamatan (korcam), serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menangani apabila ditemukan beras yang bermasalah.

Ia meminta masyarakat atau pihak yang menemukan beras dalam kondisi kurang layak untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak Bulog.

“Dan itu pun kami juga sudah selalu koordinasi dengan kordes, korcam dan seluruh stakeholder. Bilamana ada yang ditemukan, silakan koordinasi dan akan kami tukar dengan yang layak dan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Duh, Literasi baru sebatas Jargon, Banyak Siswa SMA di Kabupaten Bima belum bisa Membaca

Mara Dony menegaskan, keluhan terkait kondisi beras tersebut akan menjadi bahan perbaikan dan evaluasi Perum Bulog Cabang Bima ke depan.

“Hal ini akan menjadi perbaikan dan evaluasi ke depannya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses penyaluran bantuan beras di Kabupaten Bima saat ini telah memasuki tahap akhir. Menurutnya, jumlah penyaluran yang tersisa di lapangan sudah relatif sedikit.

“Intinya saat ini penyaluran di lapangan sudah tinggal sedikit dan terhadap permasalahan, insyaallah sudah ditangani bersama-sama dengan baik,” ujarnya.

Mara Donny berharap penanganan persoalan tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga situasi di Kabupaten Bima tetap kondusif.

Sebelumnya, sejumlah warga penerima bantuan beras SPHP di Kabupaten Bima mengeluhkan kualitas beras yang mereka terima. Warga mengaku menemukan beras yang berbau tidak sedap dan berkutu sehingga sebagian di antaranya memilih tidak mengonsumsinya.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Helmiyati, sebelumnya juga mengakui telah menerima laporan dari sejumlah wilayah atau desa mengenai kondisi dan kualitas beras bantuan yang disalurkan Perum Bulog.

BACA JUGA:  Polisi Ungkap Otak Teror Panah di Kota Bima, Legislator Puji

Menurut Helmiyati, DKP Kabupaten Bima bersama Perum Bulog Bima telah melakukan pengecekan sampel beras sekitar sepekan sebelum pendistribusian. Dari pengecekan tersebut, beras yang diperiksa dinyatakan layak dan merupakan beras kualitas medium.

Namun, pengecekan tersebut dilakukan melalui sampel karena beras yang disalurkan dalam jumlah besar berasal dari beberapa gudang Bulog.

Helmiyati sebelumnya menyarankan penerima manfaat yang memperoleh beras dalam kondisi bau, berkutu atau dinilai tidak layak konsumsi agar mengembalikannya kepada pihak Bulog untuk ditindaklanjuti. [B-22]

 

=====

 

RALAT:

Berita ini telah mengalami perubahan di judul, lead (paragraf pertama) dan beberapa paragraf berikutnya. Semula tertulis Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Mara Donny,  merespons keluhan sejumlah warga penerima bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mengeluhkan kondisi beras berbau dan berkutu. Setelah direvisi menjadi : Asisten Manager Akuntansi Perum Bulog Cabang Bima, Mara Dony,  merespons keluhan sejumlah warga penerima bantuan beras pangan (Bapang) yang mengeluhkan kondisi beras berbau dan berkutu.

Demikian ralat kami.

 

An. Redaksi.

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait