Pria Asal Bima Ditemukan Meninggal Diduga Bunuh Diri di Dompu

Aparat Kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara.
Aparat Kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara.

Dompu, Berita11.com –  Warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Syahril (31), ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri menggunakan kabel listrik di sebuah rumah di Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Kamis (18/6/2026) malam.

Kapolsek Kempo, IPTU Agustamin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban ditemukan sekira pukul 22.00 Wita di rumah yang selama ini ditempatinya sementara bersama istri dan anaknya.

Bacaan Lainnya


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pelajar SMP bernama Musadam, warga Desa Soro, Kecamatan Kempo. Saat itu, Musadam mendatangi rumah korban untuk mengambil telepon genggam miliknya yang sebelumnya dipinjam korban.

“Ketika saksi mengetuk pintu rumah korban tidak ada jawaban. Saksi kemudian mengintip melalui celah pintu belakang yang terbuat dari papan dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan kabel listrik,” ujar IPTU Agustamin.

BACA JUGA:  Pemuda 22 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dompu

Melihat kejadian tersebut, saksi segera berlari meminta bantuan warga sekitar, termasuk Sahrudin, warga Dusun Karama, Desa Kempo. Bersama sejumlah warga lainnya, mereka berusaha membuka pintu rumah yang terkunci dari dalam.

Karena tidak berhasil membuka pintu, warga kemudian mendobrak pintu rumah dan mendapati korban masih tergantung. Warga sempat menurunkan korban dan berupaya memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Kempo yang dipimpin langsung Kapolsek IPTU Agustamin segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar.

Berdasarkan keterangan para saksi dan tetangga korban, Syahril diketahui telah tinggal sementara di Desa Soro Barat selama sekitar tiga bulan terakhir. Rumah yang ditempatinya merupakan milik warga yang saat ini berdomisili di Dompu dan diberikan kepada korban untuk ditinggali secara cuma-cuma.

BACA JUGA:  Balada Petani Jagung di Negeri Cemas

Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban sebelumnya tinggal bersama istrinya, Desi, yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta seorang anak. Namun, sekitar satu bulan terakhir, istri dan anak korban telah kembali ke NTT dengan alasan menjenguk keluarga yang sakit.

“Dari hasil keterangan sementara yang diperoleh, korban diduga mengalami permasalahan keluarga dan merasa kecewa karena istrinya pergi ke daerah asalnya dan tidak ingin kembali,” kata IPTU Agustamin.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait