Bima, Berita11.com— Sebanyak 93 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Bima, Dompu dan sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa hingga Senin (21/9/2026) malam.
Prakirawan BMKG Bima, Laksita Widomurti, mengatakan berdasarkan pemantauan satelit NASA MODIS, NOAA-20 dan SNPP, sebanyak 64 titik panas terdeteksi pada pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.
“Untuk update hingga pukul 20.00 WITA ada penambahan titik hotspot di beberapa lokasi menjadi 93 titik panas,” kata Laksita kepada Berita11.com, Selasa (22/9/2026).
Di wilayah Bima, kata dia, terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terlihat pada peta, terutama di wilayah Kecamatan Parado, Kabupaten Bima.
Sementara di Kabupaten Dompu, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kecamatan Pekat.
“Di daerah Bima seperti terlihat di peta, ada titik dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kecamatan Parado dan Pekat (titik merah),” ujarnya.
Untuk wilayah Sumbawa, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga terdeteksi di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan pemantauan pada 21 September 2026, sebanyak 73 titik panas sebelumnya terdeteksi di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.
Di Kabupaten Dompu terdapat 31 titik panas. Sebanyak 24 titik di antaranya berada di Kecamatan Pekat, meliputi Sori Tatanga, Sori Nomo, Doro Peti, Nangakara dan Pekat. Empat titik lainnya berada di Kecamatan Kempo dan dua titik di Kecamatan Kilo.
Di Kabupaten Bima terdeteksi 38 titik panas. Sebaran terbanyak berada di Kecamatan Parado sebanyak 11 titik, meliputi Kuta, Lere dan Parado Wane. Kemudian Kecamatan Sape sebanyak 10 titik, antara lain di Tanah Putih dan Boke.
Titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Tambora, Madapangga dan Soromandi, masing-masing tiga titik.
Sedangkan di Kota Bima terdeteksi empat titik panas, yakni tiga titik di Kecamatan Raba yang meliputi Kendo, Ntobo dan PenanaE, serta satu titik di Kecamatan Asakota, yakni Kolo.
Kondisi tersebut terjadi di tengah periode kekeringan panjang yang melanda sejumlah wilayah Bima dan Dompu.
Berdasarkan update Dasarian II September 2026, sejumlah wilayah masuk kategori Awas berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH).
Di Kabupaten Bima, HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Bolo dan Belo yang masing-masing mencapai 125 hari sejak 18 Mei 2026. Madapangga 2 mencapai 119 hari sejak 24 Mei 2026.
Di Kota Bima, HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Rasanae Timur selama 124 hari sejak 19 Mei 2026. Kecamatan Raba dan Asakota/Jatiwangi masing-masing mencapai 119 hari sejak 24 Mei 2026.
Sementara di Kabupaten Dompu, Kecamatan Pajo mengalami HTH selama 122 hari sejak 21 Mei 2026. Kecamatan Kilo mencapai 119 hari sejak 24 Mei 2026, sedangkan Saneo, Kecamatan Woja, mencapai 91 hari sejak 21 Juni 2026.
Secara keseluruhan, tercatat 20 wilayah kategori Awas dan 10 wilayah kategori Siaga di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.
Laksita mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan selama musim kemarau.
Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan seiring meningkatnya jumlah titik panas di sejumlah wilayah. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News












