Protes Dugaan Penipuan Arisan Online, Warga Tente Blokade Jalan Lintas Tente-Talabiu

Sejumlah aparat berupaya memadamkan api dan mengangkat material yang digunakan warga menutup ruas jalan di sekitar kantor Pemerintah Kecamatan Woha yang memprotes penipuan arisan online, Senin sore (26/10/2026).
Sejumlah aparat berupaya memadamkan api dan mengangkat material yang digunakan warga menutup ruas jalan di sekitar kantor Pemerintah Kecamatan Woha yang memprotes penipuan arisan online, Senin sore (26/10/2026).

Bima, Berita11.com – Puluhan warga Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memblokade jalan lintas Tente-Talabiu, Senin (26/10/2026) sore. Aksi yang berlangsung di depan Kantor Camat Woha itu dipicu dugaan penipuan berkedok arisan online yang dilaporkan merugikan puluhan warga hingga miliaran rupiah.

Aksi yang dimulai sekira pukul 16.00 Wita tersebut melibatkan sekitar 50 orang, terdiri dari pemuda dan ibu-ibu. Massa memblokade jalan menggunakan batu, kayu, serta benda lainnya dan membakar ban bekas.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kejar Hingga Toilet, Polisi Amankan 9,90 Gram Sabu dari Terduga Pengedar

Massa yang dipimpin Astuti dan Umar menuntut kepolisian mengamankan perempuan berinisial RJ, yang disebut sebagai pihak terduga dalam kasus arisan online tersebut. Mereka mengancam tidak akan membuka blokade apabila tuntutan itu tidak mendapat respons.

Berdasarkan laporan kepolisian, jumlah warga yang diduga menjadi korban mencapai lebih dari 70 orang. Sementara itu, total kerugian yang dilaporkan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sekira pukul 16.05 Wita, Kanit Intel Polsek Woha bersama Bhabinsa Desa Tente mendatangi massa untuk melakukan koordinasi. Petugas meminta warga membuka blokade karena mengganggu aktivitas pengguna jalan dan mengarahkan mereka agar berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Bima, yang menangani laporan tersebut.

BACA JUGA:  PMI asal Kabupaten Bima Meninggal di Ruhama Riyadh, 16 Calon BMI Ilegal Dipulangkan ke NTB

Setelah mendapat penjelasan dari petugas, warga akhirnya membuka jalan dan melanjutkan penyampaian aspirasi ke Polres Bima.

Kanit Ekonomi Polres Bima, Aipda Andi Maulana, turut berkoordinasi dengan massa. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut sedang ditangani Polres Bima dan meminta para korban datang untuk menyampaikan pengaduan secara menyeluruh.

Sebanyak 20 warga menuju Polres Bima untuk menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut. Aksi blokade jalan berakhir sekira pukul 16.35 Wita.

Kapolsek Woha, Iptu Ruslan Agus membenarkan adanya aksi blokade jalan oleh warga yang dipicu dugaan penipuan berkedok arisan online. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait