Narasi Kapal Muat Semen Tenggelam di Sangiang Beredar, Pos SAR Bima Ungkap Informasi Sebenarnya

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com– Informasi mengenai kapal pengangkut barang rute Makassar–Bima yang disebut tenggelam di sekitar perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Bima, pada Minggu (28/6/2026), beredar di tengah masyarakat.

Dalam narasi yang beredar, kapal tersebut disebut membawa sekitar 600 boks barang dan 50 ton semen dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Bacaan Lainnya

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bima, Firdaus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi terkait informasi tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD Kabupaten Takalar, peristiwa yang terjadi bukan kapal pengangkut barang rute Makassar–Bima yang tenggelam di perairan Sangiang.

BACA JUGA:  BEM Rema STKIP Tamsis Desak DPRD dan Wali Kota segera Atensi BUMD

Firdaus menjelaskan, informasi yang diterima berkaitan dengan perahu layar nasional (PLN) yang mengalami dugaan kecelakaan laut di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“ABK perahu layar nasional yang diduga tenggelam tersebut telah ditemukan oleh nelayan Dusun Balangdatu, pesisir Desa Balangdatu, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar,” jelas Firdaus.

Menurut laporan yang diterima, kelima anak buah kapal (ABK) tersebut ditemukan pada Rabu (25/6/2026) sekira pukul 09.00 Wita. Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan di wilayah barat daya Debril (Taka Rewataya).

Berdasarkan keterangan sementara, kapal yang digunakan oleh para ABK tersebut diduga mengalami karam atau tenggelam.

Firdaus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar, khususnya terkait kejadian kecelakaan laut, serta memastikan kebenaran informasi melalui pihak berwenang.

BACA JUGA:  Pengendara dapat Helm Gratis dari Sat Lantas Polresta Mataram

Pos SAR Bima memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi apabila terdapat laporan kejadian yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran di wilayah kerja SAR Bima. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait