Komunitas Sekolah Pacu Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Aman Kabupaten Bima

Kegiatan outdor Komunitas Sekolah di SDN Inpres Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Keberadaan komunitas berhasil membantu mendorong penguatan literasi dan numearsi siswa di sekolah setempat.
Kegiatan outdor Komunitas Sekolah di SDN Inpres Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Keberadaan komunitas berhasil membantu mendorong penguatan literasi dan numearsi siswa di sekolah setempat.

Bima, Berita11.com— Intervensi Program Sekolah Aman yang dilaksanakan YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo berhasil mewujudkan sejumlah perubahan di sekolah sasaran. Hal itu sebagaimana tergambar dari perkembangan kemampuan literasi siswa di sejumlah sekolah dampingan kedua lembaga.

Community Officer Program Sekolah Aman Kabupaten Bima wilayah Kecamatan Soromandi, Hafni mengatakan, memasuki tahun kedua pendampingan, kemampuan literasi siswa di sejumlah pendampingan YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo menunjukkan progres yang baik. Salah satunya di SDN Inpres Lewintana Kecamatan Soromandi.

Bacaan Lainnya




“Alhamdulillah setelah berbagai upaya pendampingan, kemampuan literasi siswa meningkat setiap level seperti di SDN Inpres Lewintana yang sebelumnya ada yang belum mengenal huruf samasekali sekarang sudah bisa. Demikian juga untuk level di atasnya,” ujar Hafni di Bima, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan, selain berbagai terobosan atau inovasi guru di sekolah, perkembangan literasi dan numerasi siswa didukung oleh kegiatan Komunitas Sekolah yang menjadi binaan YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo.

Menurut dia, Komunitas Sekolah yang terdiri dari guru, wali murid, komite sekolah dan perangkat desa, banyak membantu membuat perubahan literasi dan numerasi siswa. “Kalau kami menfasilitasi, yang banyak berperan di luar jam sekolah itu Komunitas Sekolah. Untuk siswa yang awalnya memiliki keterbatasan mereka belajar di rumah Ketua Komunitas Sekolah,” ujar Hafni.

Hafni mengatakan, perkembangan serupa juga tercapai di sejumlah sekolah dampingan lain YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo, yakni di SDN Teh, SDN Sowa dan SDN Inpres Sai Kecamatan Soromandi.

BACA JUGA:  Program INOVASI beri Manfaat bagi 553.048 Siswa, Wakil Dubes Australia dan Mendikbud Luncurkan Buku

“Untuk beberapa PR tentang literasi dan numerasi, sekolah dan Komunitas Sekolah masih terus bergerak mendampingi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Field Officer Program Sekolah Aman Kabupaten Bima, Hersan Hadi mengatakan, Yayasan YISA Ambalawi Mbojo dan YAPPIKA ActionAid terus mendorong capain literasi dan numerasi khususnya pada delapan sekolah dampingan di Kecamatan Soromandi dan Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Salah satunya dengan mendukung kegiatan Komunitas Sekolah dan meningkatkan kapasitas guru.

“Alhamdulillah melalui berbagai terobosan atau inovasi yang dilakukan guru dan penguatan kapasitasnya, level literasi dan numerasi siswa setiap tingkatan mengalami progres. Kami juga mendukung kegiatan Komunitas Sekolah. Community Officer program rutin melakukan pendampingan. Bahkan sampai life in di wilayah dampingan,” ujarnya.

Kepala SDN Inpres Lewintana Kecamatan Soromandi, H Syafruddin S.Pd menyampaikan apresiasi atas pendampingan YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo melalui Program Sekolah Aman.

Menurutnya, sejak ada intervensi Program Sekolah Aman, banyak perubahan yang dirasakan sekolah setempat, baik dari aspek kapasitas guru maupun capaian literasi dan numerasi siswa. Ia berharap prgoram tersebut terus berlanjut.

“Terima kasih kami sampaikan kepada YISA dan mitra yang telah melakukan pendampingan di sekolah kami. Banyak perubahan positif yang dicapai sejak pendampingan ini,” ujarnya di SDN Inpres Lewintana.

Pada bagian lain, Wali Kelas V SDN Inpres Bala Kecamatan Wera, Endang, S.Pd mengungkapkan berbagai perubahan positif yang dirasakan sekolah setempat sejak intervensi Program Sekolah Aman yang dilaksanakan YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo, terutama capaian literasi dan numerasi.

Menurutnya, keberadaan Komunitas Sekolah yang diinisiasi YAPPIKA ActionAid dan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo sukses mendorong partisipasi berbagai kalangan untuk terlibat aktif dalam upaya meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah setempat.

BACA JUGA:  Integritas Penelitian 13 Kampus Ternama di Indonesia Diragukan, Bagaimana dengan Kampus di Bima-Dompu

Ia menjelaskan, Komunitas Sekolah hampir terbentuk di setiap dusun di Desa Bala Kecamatan Wera. Mereka menjadi lokomotif pembelajaran bagi siswa di luar jam sekolah untuk meningkatkan literasi dan numerasi. “Sampai saat ini Komunitas Sekolah sudah terbentuk di empat dusun di Desa Bala. Hampir setiap dusun ada Komuitas Sekolah,” ujar alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini.

Dikatakannya, Komunitas Sekolah terdiri dari wali murid, sejumlah kepala dusun, guru dan komite sekolah dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda-beda, sehingga menjadi warna tersendiri dalam upaya meningkatkan literasi dan numerasi bagi siswa-siswi di SDN Inpres Bala.

Ia mengungkapkan, berbagai inovasi pembelajaran menyenangkan diterapkan guru sekolah setempat untuk merangsang kemapuan literasi dan numerasi siswa. “Beberapa inovasi sudah diterapkan oleh kami guru di sini,” ujarnya.

Ia berharap agar upaya peningkatan kapasitas guru dilaksanakan secara kontinyu sehingga para pengajar semakin terpacu dan berinovasi dalam meningkatkan capaian sejumlah indikator keberhasilan pembelajaran, khususnya kemampuan dasar literasi dan numerasi. “Harapan kami ke depan semakin diperbanyak pelatihan dan upaya peningkatan kapasitas guru. Itu sangat dibutuhkan bagi kami para guru,” ujarnya.

Ia membeberkan beberapa siswa di sekolah setempat telah mencapai literasi level 6, antara laiin Zulhijah dan Nisarinah. “Ada banyak perubahan, di antaranya untuk siswa kelas V. Ada yang sudah mencapai literasi level enam dari sebelumnya level 4 dan level 5,” ujar Endang. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait