Kebakaran Dua Rumah di Langgudu Diduga Dipicu Arus Pendek, Kerugian Capai Rp250 Juta

Kondisi rumah korban saat dilahap si jago merah.
Kondisi rumah korban saat dilahap si jago merah.

Bima, Berita11.com—Dua unit rumah di Dusun Plasma, Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, terbakar Sabtu (22/8/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Ruslan, mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 02.00 Wita di RT 10/RW 04, Desa Doro O’o.

Bacaan Lainnya


Dua bangunan yang terbakar masing-masing berupa satu unit rumah panggung 12 tiang dan satu unit rumah batu permanen berukuran 4 x 6 meter. Rumah panggung terbakar hingga rata dengan tanah.

Dua korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut yakni Mahmud (85) dan istrinya, Aisyah (75). Keduanya merupakan warga setempat dan diketahui tinggal di rumah panggung yang terbakar.

Berdasarkan keterangan keluarga, Mahmud yang sudah lanjut usia mengalami kesulitan bergerak sehingga diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar.

BACA JUGA:  Oknum Kades Ngaku Bakar Kantor Inspektorat karena Kecewa dan Jamin tak Ada Orang Besar

Selain dua korban meninggal dunia, kebakaran juga berdampak terhadap keluarga lainnya yang masih berada dalam satu pekarangan. Di lokasi tersebut terdapat dua kepala keluarga.

Salah satunya keluarga Hanafiah (39), karyawan honorer, yang tinggal bersama istrinya dan seorang anak berusia dua tahun. Sementara Sudarmo (40), seorang petani, juga tercatat sebagai pihak yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Damkarmat Kabupaten Bima, kerugian material akibat kebakaran ditaksir sekira Rp250 juta. Kerugian tersebut mencakup dua unit rumah serta berbagai barang berharga dan perlengkapan rumah tangga.

Sejumlah barang yang ikut terbakar di antaranya empat lemari jati, empat springbed, dua sepeda motor masing-masing jenis Scoopy dan Beat,  mesin 5 PK, dua televisi ukuran 32 inci, uang tunai Rp10 juta, 30 karung padi, 150 kilogram beras dan emas sekitar 30 gram.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Hanafiah sekira pukul 02.00 Wita. Saat itu, ia melihat kobaran api muncul dari dalam rumah panggung milik orang tuanya, Mahmud.

Hanafiah kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar dan melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran Pos Langgudu.

BACA JUGA:  Api Bersumber dari Rumah Makan, Bengkel Menara Kota Bima Terbakar

Sekira pukul 02.20 Wita, petugas Damkarmat menerima informasi mengenai kebakaran. Petugas menghadapi kendala akses menuju lokasi karena jaraknya cukup jauh dan kondisi jalan terputus akibat jembatan Dusun Ncera To’i roboh.

Petugas pemadam kebakaran Pos Langgudu akhirnya tiba di lokasi sekira pukul 02.35 Wita. Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Sekira pukul 02.50 Wita, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman.

Sementara itu, anggota Polsek Langgudu tiba di lokasi sekira pukul 04.20 Wita dan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta keluarga korban.

Terkait penyebab kebakaran, Ruslan menyebut dugaan sementara api berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Ruslan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan kondisi instalasi dan peralatan listrik di dalam rumah sebelum meninggalkan atau melakukan aktivitas di luar rumah. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

 

 

Pos terkait