Desa Bajo Soromandi jadi Lokasi Syuting Pékin Express Musim 23 Reality Show Stasiun TV Perancis, Warga Ikut Bantu Peserta

Proses pengambilan gambar Pékin Express Musim 23 di objek wisata Pantai Lawata Kota Bima, sebelum peserta melanjutkan di Desa Bajo Soromandi.
Proses pengambilan gambar Pékin Express Musim 23 di objek wisata Pantai Lawata Kota Bima, sebelum peserta melanjutkan di Desa Bajo Soromandi.

Bima, Berita11.com — Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, menjadi salah satu lokasi yang disinggahi peserta reality show petualangan asal Prancis, Pékin Express Musim 23.

Program televisi tersebut mengusung konsep balap lintas negara dengan kondisi peserta harus bertahan menggunakan anggaran sangat terbatas, yakni satu euro per orang per hari. Peserta diwajibkan mencari tumpangan kendaraan dan tempat bermalam di rumah warga selama menjalankan misi.

Bacaan Lainnya

Pada musim ke-23, rute petualangan membentang dari Pantai Koka, Flores, Nusa Tenggara Timur, kemudian melintasi Sumbawa, Lombok, Bali, hingga berakhir di Manila, Filipina.

Indonesia mendapatkan porsi terbesar dalam musim ini dengan enam episode. Proses syuting berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026, sebelum dijadwalkan tayang perdana di saluran M6 Prancis pada musim semi 2027.

Peserta Pékin Express Musim 23 tiba di Dermaga Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Minggu (6/9/2026) pagi menggunakan perahu. Sebelumnya, mereka menjalani proses syuting sekaligus tantangan di kawasan Pantai Kalaki, Kota Bima.

BACA JUGA:  Disambar Angin Kencang, Tiga Rumah Warga Soromandi Rusak

Kedatangan para peserta yang terbagi dalam sejumlah tim menarik perhatian warga Desa Bajo, sebuah kampung pesisir di Kecamatan Soromandi.

Dalam menjalankan tantangan, peserta harus meyakinkan warga lokal untuk memberikan tumpangan secara gratis. Mereka juga ditantang mencari tempat untuk bermalam di rumah warga serta menemukan kunci yang menjadi bagian dari misi untuk melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya.

Sejumlah warga bahkan ikut membantu peserta menuju Cabang Donggo, Kecamatan Bolo. Rasa iba dan keingintahuan membuat warga secara sukarela memberikan tumpangan menggunakan kendaraan pribadi.

Warga Desa Bajo, Ratnah, mengaku cukup terhibur dengan aktivitas para peserta Pékin Express yang berasal dari Prancis tersebut.

Menurutnya, sejumlah warga berlomba membantu peserta sesuai kemampuan masing-masing, termasuk menyediakan kendaraan untuk mengantarkan mereka menuju Cabang Donggo.

“Ada beberapa tim. Beberapa warga yang punya mobil mengizinkan mereka menumpang secara gratis. Mereka juga hendak menuju Dompu,” ujar Ratnah.

BACA JUGA:  Jatuh dari Tebing Air Terjun, Bule Wanita asal Jerman Dievakuasi Polisi

Ratnah menilai kehadiran produksi Pékin Express menjadi momentum yang semestinya dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bima untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

Menurutnya, publikasi melalui program televisi internasional tersebut berpotensi menjadi sarana promosi destinasi wisata Bima apabila dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pantauan Berita11.com, sedikitnya terdapat 8 hingga 10 kelompok peserta yang menjalankan tantangan di kawasan Desa Bajo. Setiap kelompok terdiri atas dua peserta yang didampingi seorang kameramen atau videografer serta anggota penilai.

Para peserta terlihat berlomba menyelesaikan misi dengan mencari warga yang bersedia memberikan tumpangan gratis. Mereka tampak bergegas dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya untuk mendapatkan bantuan warga dan menjadi kelompok tercepat menyelesaikan tantangan.

Aktivitas tersebut sontak menjadi tontonan warga Desa Bajo. Interaksi antara peserta asing dan masyarakat lokal berlangsung cukup akrab, sekaligus memperlihatkan kehidupan kampung pesisir Bima kepada kru dan peserta Pékin Express. [B-26]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait