Hadapi Pemilu 2024, Aktivis Lintas Generasi di NTB Rapatkan Barisan, Siapa yang Didukung?

Foto Bersama Aktivis FKMM/ FMN NTB Lintas Generasi saat Reuni, Jumat (2/10/2021).

Mataram, Berita11.com— Menghadapi perhelatan pemilihan umum (Pemilu) termsuk di antaranya Pilkada 2024, aktivis lintas generasi yang tergabung dalam eksponen Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) atau Front Mahasiswa Nasional (FMN) Nusa Tenggara Barat menguatkan barisan.

Reuni bareng FKMM/ FMN digelar di Bonum Coffee, Jalan Terusan Bung Hatta Kota Mataram, Jumat (1/10/2021). Salah satu yang mengemuka yaitu dukungan kepada Ali Al Khairy untuk maju dalam Pilkada Gubernur NTB 2024, di mana figur tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Partai Gerindra dan H Bambang Kristiono (HBK), legislator Dapil Pulau Lombok.

Acara yang digagas secara swadaya berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Para aktivis dari berbagai lintas generasi saling membaur untuk bela kawan. Kegiatan ini dihajatkan untuk merapatkan barisan menyongsong momentum politik 2024.

“Reuni dan konsolidasi  ini sengaja kita kemas dengan cair agar komunikasinya lepas dan tidak ada jarak sesama aktivis,” kata Lalu Saifuddin, salah satu penggagas Reuni dan Temu Kangen Aktivis FKMM/FMN.

Pria yang akrab disapa Gayep ini mengatakan, konsolidasi merupakan upaya FKMM/FMN  menyatukan kembali aktivis dan alumni yang berserak agar terjalin interaksi yang lebih intens.

Sekretaris Partai Nasdem Lombok Tengah Ahmad  mengatakan, pertemuan sebagai ajang silahtirahmi di tengah banyak potensi-potensi di antara aktivis pergerakan NTB. Pertemuan juga dimaksudkan  meneguhkan solidaritas di antara sesama aktivis . Harapannya pertemuan mampu menyimpulkan kesepakatan menyambut 2024.

“Pertemuan ini tidak dimaknai sebagai semua di tangan, tak satupun di genggaman. Artinya secara maksimum akan memajukan potensi sesama alumni,” ujar mantan Deputi Direktur Walhi nasional ini. 

BACA JUGA:  KPU Kabupaten Bima Bahas Penataan Dapil, Soromandi, Bolo, Sanggar dan Donggo Kembali Gabung?

Ahmad kemudian mendaulat salah satu aktivis senior untuk memberikan sekapur sirih untuk menyemangati audiens yang hadir. Dalam orasinya, aktivis senior FKMM, Sulistiono mengatakan momentum harus dimaknai sebagai pertemuan sesama saudara.

“Dalam bingkai hal tersebut sebagai sesama saudara wajib hukumnya mendukung saudara kita yang ingin maju,” katanya.

Setali tiga uang, Andi Rusdi yang saat ini menjadi ASN mengatakan, sebagai sesama kawan yang pernah menjadi aktivis pergerakan, kekuatan ikatan persaudaraan akan saling menguatkan dalam berbagai hal.

“Untuk itu apabila ada saudara kita yang mau maju, kita semua wajib dukung dan sukses,” ujar mantan Sekjend FKMM era 1993/ 1994 ini.

Salah satu kandidat bakal calon kepala daerah yang mengisyaratkan ikut berkompetisi pada Pilgub NTB 2024 mendatang, Ali Al Khairy mengatakan, kekuasaan adalah cara paling ringkas untuk mendorong lahirnya perubahan dan mendekatkan keadilan.

“Saya menyadari pada diri saya terdapat banyak keterbatasan, oleh karena itu saya minta doa, restu dan dukungan untuk ikhtiar saya berjuang pada Pemilukada Gubernur 2024,” harapnya.

Ali mengklaim telah mendapat restu dari Partai Gerindra dan HBK. “Sudah memberikan perintah kepada saya untuk berkonstestasi pada pemilukada 2024. Sebelumnya saya tidak tidak pernah membayangkan akan berada pada situasi seperti ini,” imbuhnya.

Ali juga menambahkan, dia percaya Tuhan akan memudahkan jalan perjuangannya untuk menjadi pemimpin di NTB.

BACA JUGA:  Gelar Yudisium Angkatan XV, Ketua STKIP Tamsis Ingatkan Spirit Kewirausahaan di Tengah Gelombang PHK

Eksponen Pergerakan NTB, Sirra Prayuna yang terbang langsung dari Jakarta demi menghadiri reuni alumni FKMN/FMN mengatakan, dirinya mendukung penuh Ali Al Khairy untuk maju dalam Pilkada Gubernur NTB 2024.

Untuk itu Sirra berharap agar Ali Al Khairy serius dan sungguh-sungguh tidak sekadar bermanuver semata. Sebagai wujud keseriusannya mendukung Ali Al Khairy maju,  Sirra langsung menyumbangkan kantornya ESPE Syndicate dipakai untuk sekretariat pemenangan “Bela Kawan Ali Al Khairy”.

“Selain itu saya berjanji akan menyumbang secara materil untuk memback up Ali,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan Komisi Yudisial NTB, Ridho menambahkan reuni aktivis FKMM/FMN perlu dilakukan secara periodik agar tidak saling melupakan.

“Dengan reuni seperti ini, kita baru tahu ternyata alumni FKMM/FMN memiliki potensi yang besar untuk saling membesarkan,” tambah mantan aktivis FMN dekade 2000-an ini.

Di sela-sela acara Reuni Bela Kawan, Aktivis DA Malik membagikan souvenir 200 kaos kepada peserta. Kaos bergambar Ali Al Khairy yang bagian belakang tertulis ‘Relawan Rekan Sejawat’.

“Kaos ini saya dedikasi untuk men-support Ali Al Khairy tampil dalam Pilgub NTB 2024,” ujar lawyer ini.

Temu aktivis pergerakan NTB yang dihadiri lintas generasi dari beragam profesi seperti ASN, aparat penegak hukum, kepala desa, dosen, lawyer, aktivis partai, NGO, ustad, jamaah tablik, pengusaha, dan berbagai latar lain. 

Acara reuni ditutup pemaparan kisah unik dari masing-masing peserta, sekaligus perkenalanan saat masih menjadi mahasiswa di kampus dulu. [B-19]