Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, PMM 64 UMM Sosialisasi Strategi Pengendalian Covid-19

Kelompok PMM 64 Universitas Muhammadiyah Malang Menggelar Sosialisasi Strategi Pengendalian Covid-19.

Malang, Berita11.com— Kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 64 gelombang XII Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mensosialisaikan strategi pengendalian Covid-19 kepada masyarakat, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap virus tersebut.

Kelompok PMM 64 UMM, Puteri Maulidina Lestari menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PPM menjadi duta perubahan perilaku UMM dalam kerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Terhitung dari tanggal 24 Juli 2021 PMM 64 ikut serta berperan aktif menjalankan program-program tersebut. Dimulai dari membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, membuat konten edukasi menjaga PHBS, membagikan pamflet gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), hingga melakukan sosialisasi dibeberapa panti asuhan,” ujar Puteri Maulidina, Rabu (18/08/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat tetap disiplin dan menerapkan kebijakan pemerintah. Keadaan pandemi seperti saat ini sangat membutuhkan kesadaran dan partisipasi langsung dari masyarakat, sehingga menciptakan kondisi yang lebih baik.

BACA JUGA:  Gerakan Masyarakat Sadar Literasi Diluncurkan, Ketua STKIP Tamsis Ingatkan Pentingnya Kolaborasi

“PMM 64 didampingi oleh dosen pembimbing lapang, Ibu Tyas Deviana M.Pd mengabadikan setiap momen kegiatan melalui akun instagram resmi @pmm.umm64joyoagungmalang,” ujarnya.

Melalui postingan pada akun media social tersebut, Kelompok PMM 64 menyebarkn konten edukasi  seperti mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Contohnya terus mencuci tangan menggunakan sabun serta menggunakan double mask. Hal itu didasari kepedulian dan bentuk upaya dari pemerintah untuk lebih memerhatikan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran vitus Covid-19 yang semakin bervariasi. “Sehingga sangat perlu didukung kerja sama antara masyarakat biasa dengan para pemerintah yang terlibat. Oleh sebab itu dengan inisiatif yang dimiliki anggota PMM 64  ikut menyajikan konten-konten protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Puteri, banyak informasi peringatan menjaga protokol kesehatan di tempat umum, namun keberadaan pandemi di Indonesia yan gsudah terhitung lebih dari satu tahun, ternyata masih banyak masyarakat yang kurang patuh dan justru mengabaikan protokol kesehatan. “Tidak sedikit dari masyarakat yang menolak untuk diedukasi dan menganggap diri mereka sudah merasa aman, terutama setelah melakukan vaksinasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Benahi Bahasa di Ruang Publik dan Dinas, Kantor Bahasa NTB Gelar Sosialisasi di STKIP Tamsis

Dia menambahkan, pandangan seperti kasus tersebut harus segera diubah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui strategi pengendalian covid yang dilakukan secara disiplin, kompak, dan konsisten. Strategi yang dilakukan juga dengan cara membagikan informasi penyebab terjadinya penyebaran virus melalui upaya edukasi dan sosialisasi yang perlu didukung berbagai pihak seperti tokoh masyarakat dan masyarakat.

“Selain itu, upaya lainnya dengan cara menyukseskan program vaksinasi dan dukungan pelaksanaan 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut),” pungkasnya. [B-19]