Pemkab Bima Ajukan Perbaikan Dermaga Bajo, Waktu Tempuh ke Kota Bima Bisa 15 Menit

Kondisi Tambatan Perahu di Dermaga Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Foto Safitri/ Berita11.com.
Kondisi Tambatan Perahu di Dermaga Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Foto Safitri/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Perhubungan mendorong rencana perbaikan sejumlah infrastruktur dermaga penyeberangan, salah satunya Dermaga Bajo di Kecamatan Soromandi.

Rencana tersebut diarahkan untuk memperlancar konektivitas dan mobilitas masyarakat, barang, serta jasa dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bima menuju pusat perkotaan di Kota Bima.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, A. Rifai, menjelaskan keberadaan dermaga penghubung memiliki peran penting sebagai salah satu simpul transportasi laut yang melayani mobilitas masyarakat dari sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Bolo, Sila, Woha, dan Soromandi menuju kawasan Central Business District (CBD) Kota Bima.

BACA JUGA:  Pengendara dapat Helm Gratis dari Sat Lantas Polresta Mataram

Menurut A. Rifai, pemanfaatan jalur laut melalui perahu atau boat dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat.

Perjalanan yang menggunakan jalur darat dapat memakan waktu hingga sekitar satu jam. Sementara melalui jalur laut, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit.

“Kalau menggunakan boat, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 15 menit,” jelas A. Rifai kepada Berita11.com di kantor Dishub Kabupaten Bima, Rabu (23/9/2026).

Untuk merealisasikan rencana perbaikan tersebut, Pemkab Bima tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah juga membangun komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Selain Dermaga Bajo di Kecamatan Soromandi, rencana perbaikan juga menyasar Dermaga Daru di Kecamatan Bolo serta Dermaga Poltika di Kecamatan Soromandi.

BACA JUGA:  Pemkab Bima Fasilitasi Pemasangan Listrik Tenaga Surya dari Kementerian ESDM dan BNPT untuk Ponpes Al Hidayah

Berdasarkan kalkulasi awal secara teknis, kebutuhan anggaran untuk perbaikan masing-masing dermaga diperkirakan berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

Anggaran tersebut diperlukan agar fasilitas dermaga dapat lebih representatif dalam menunjang aktivitas penyeberangan serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Rifai mengatakan, saat ini usulan pembangunan dan perbaikan sejumlah dermaga tersebut masih dalam tahap koordinasi. Proposal tersebut rencananya akan dibawa dan dikoordinasikan langsung dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di Jakarta.

Pemkab Bima berharap peningkatan fasilitas dermaga dapat memperkuat konektivitas antara wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Selain memangkas waktu perjalanan, perbaikan dermaga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas barang dan jasa. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait