24 Lembaga FHISIP UNRAM Bersatu Galang Dana untuk Korban Gempa Flores

Kondisi bangunan akibat gampa Flores NTT, Sabtu (15/8/2026).
Kondisi bangunan akibat gampa Flores NTT, Sabtu (15/8/2026).

Mataram, Berita11.com— Solidaritas untuk korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, datang dari kalangan mahasiswa di Kota Mataram. Sebanyak 24 lembaga kemahasiswaan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (UNRAM) bergabung dalam Aliansi FHISIP UNRAM Peduli untuk menggalang bantuan bagi warga terdampak bencana.

Aksi penggalangan dana tersebut digelar selama dua hari, Kamis-Jumat, 20-21 Agustus 2026. Pada hari pertama, Kamis (20/8), mahasiswa turun langsung ke empat titik lampu merah di Kota Mataram, yakni Kebon Roek, Sweta, Selagalas dan Panaraga.

Bacaan Lainnya


Penggalangan dana berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WITA.

Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa Lombok terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Sebanyak 24 lembaga kemahasiswaan di lingkungan FHISIP UNRAM terlibat dalam gerakan tersebut. Mereka melebur dalam satu wadah Aliansi FHISIP UNRAM Peduli.

BACA JUGA:  Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 3.394 Kejadian, Terbesar M6,2

Sejumlah lembaga yang bergabung di antaranya BEM FHISIP sebagai penggerak konsolidasi, DPM FHISIP, UKF FHISIP, himpunan mahasiswa program studi se-FHISIP, BSO FHISIP, Paguyuban FHISIP, Paguyuban UNRAM hingga Program Awarding Beasiswa PLN UNRAM.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut menjadi bentuk kebersamaan mahasiswa dengan mengesampingkan sekat organisasi dan kepentingan internal masing-masing.

Ketua BEM FHISIP UNRAM periode 2026, Nanang Wahyu Wirajuna, mengatakan aksi tersebut lahir dari rasa senasib dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi bencana.

“Sebagai sesama anak bangsa yang pernah merasakan pahitnya luka akibat bencana, Aliansi FHISIP UNRAM Peduli bersama 24 lembaga hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa pelukan hangat dan harapan agar bumi Flobamora di NTT bisa kembali berdiri tegak,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp18,5 juta dari empat titik penggalangan dana.

Aliansi FHISIP UNRAM Peduli.
Aliansi FHISIP UNRAM Peduli.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah setelah penggalangan dana dilanjutkan pada Jumat (21/8). Salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut optimistis total donasi yang terkumpul dapat menembus Rp30 juta setelah seluruh hasil penggalangan dana direkap.

BACA JUGA:  Polsek Donggo dan Bhayangkari bagi 50 Paket Takjil kepada Warga

“Kami optimis hasil galang dana Aliansi FHISIP UNRAM Peduli ini akan tembus Rp30 juta lebih jika direkap dengan hari kedua besok,” ujarnya.

Selain penggalangan dana secara langsung di jalan, Aliansi FHISIP UNRAM Peduli juga membuka donasi secara daring.

Mahasiswa juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur bantuan agar dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Bagi mahasiswa FHISIP UNRAM, aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan penggalangan dana. Gerakan itu juga menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas wilayah dan sekat organisasi.

Dari Lombok, puluhan lembaga kemahasiswaan tersebut memilih bergerak bersama untuk membantu saudara sebangsa yang tengah menghadapi dampak bencana di Flores.

Seluruh dana yang terkumpul dari aksi penggalangan tersebut selanjutnya akan direkap dan disalurkan untuk membantu korban gempa di NTT. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait