IMAWI Soroti Buruknya Jaringan Internet di Ambalawi, Pemkab Bima Sebut Koordinasi dengan Telkomsel Berjalan

Arya Algantara. Foto Ist.
Arya Algantara. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Buruknya kualitas jaringan komunikasi di sejumlah desa di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa Ambalawi (IMAWI) Bima.

IMAWI menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur digital di wilayah pedesaan. Pemerintah Kabupaten Bima dan pemerintah daerah diminta lebih serius memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan akses komunikasi yang memadai.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum IMAWI Bima-NTB, Arya Algantara, mengatakan kondisi jaringan di Desa Mawu, Desa Talapiti, dan Desa Kole masih sangat memprihatinkan.

Menurutnya, jaringan operator utama Telkomsel di sejumlah titik masih lemah dan kerap mengalami blank spot. Sementara jaringan alternatif seperti XL Axiata belum menjangkau wilayah tersebut.

Arya menilai kondisi itu tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap layanan komunikasi dan internet.

“Jangan sampai Bupati Bima dan jajarannya hanya bisa mengumbar janji manis pembangunan saat butuh suara rakyat, tetapi ketika warga Desa Mawu, Talapiti, dan Kole terisolasi secara digital, pemerintah justru tutup mata dan seolah menderita amnesia kebijakan,” tegas Arya, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA:  Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bima Dikebut, Baru Empat Desa Rampung 100 Persen

Ia mengatakan, persoalan jaringan internet saat ini tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkomunikasi, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, serta akses masyarakat terhadap informasi.

“Sungguh ironis, di tengah klaim kemajuan daerah, warga Ambalawi masih harus memanjat pohon atau naik ke bukit hanya untuk mencari satu batang sinyal. Ini membuktikan bahwa Pemkab Bima gagap merespons ketimpangan infrastruktur digital di pedesaan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, IMAWI Bima-NTB menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan penyedia layanan telekomunikasi.

Pertama, mendesak Pemkab Bima melakukan pemetaan wilayah blank spot serta mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dan pihak operator untuk membangun jaringan telekomunikasi di wilayah Ambalawi.

Kedua, IMAWI meminta PT Telkomsel melakukan evaluasi teknis, peningkatan kapasitas jaringan, serta penambahan menara BTS di kawasan yang masih mengalami persoalan jaringan.

Ketiga, IMAWI meminta XL Axiata memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah pedesaan Ambalawi.

Keempat, IMAWI mendesak BAKTI Kemenkomdigi memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terpencil Kabupaten Bima.

IMAWI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun penyedia layanan telekomunikasi.

“Jika laporan dan jeritan warga ini terus diabaikan, kami akan mengonsolidasikan seluruh kekuatan mahasiswa dan masyarakat Ambalawi untuk ‘mengepung’ Kantor Bupati Bima dan kantor perwakilan operator telekomunikasi melalui aksi demonstrasi terbuka,” kata Arya.

BACA JUGA:  Bupati Lantik Adel Linggi Ardi sebagai Sekda Kabupaten Bima

 

Pemkab Bima: Jaringan Tower BAKTI Memang Masih Lemah

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Kamarudin, mengakui bahwa kualitas jaringan seluler yang bersumber dari tower BAKTI di sejumlah desa masih lemah.

“Jaringan komunikasi selular di desa yang bersumber dari tower BAKTI hampir semuanya lemah, termasuk ketiga desa tersebut,” ujar Kamarudin kepada Berita11.com.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan pihak Telkomsel sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi.

Menurutnya, upaya penguatan jaringan saat ini mulai dilakukan oleh pihak penyedia melalui pembangunan jaringan fiber optik di sejumlah wilayah.

“Upaya itu saat ini oleh pihak penyedia mulai digelar kabel fiber optik seperti di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, dan Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu,” jelasnya.

Kamarudin berharap penguatan jaringan tersebut dapat segera dilakukan di Desa Mawu, Talapiti, dan Kole.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diupayakan di tiga desa tersebut. Untuk itu kami akan melakukan koordinasi kembali agar bisa lebih diprioritaskan pada desa tersebut,” katanya. [B-26/ B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

 

 

Pos terkait